100 Tas Ramah Lingkungan Dibagikan DLHK Denpasar

Petugas DLHK Denpasar sosialisasi tas ramah lingkungan di Pasar Badung

Redaksi9.com - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar, Bali melakukan sosialisasi di Pasar Badung mengenai pengurangan kantong plastik sesuai dengan Perwali Nomor 36 Tahun 2018 dengan membagikan 100 tas ramah lingkungan.

Kepala Bidang Persampahan dan Limbah B3, DLHK Kota Denpasar I Ketut Adi Wiguna di Denpasar mengatakan sosialisasi pengurangan penggunaan plastik tersebut di Pasar Badung, karena pasar tradisional itu baru prapembukaan 24 Februari lalu. Sehingga sangat tepat kepada pengunjung dilakukan langkah-langkh sosialisasi terkait penggunaan kantong plastik.

"Pada sosialisasi di Pasar Badung yang digelar Minggu (10/3), kami membagikan 100 tas eco diberikan kepada pedagang dan pembeli. Sehingga ke depannya beragam transaksi di Pasar Badung tak lagi menggunakan plastik, melainkan menggunakan berbagai bahan yang ramah lingkungan," ujarnya.

Ia mengatakan dengan peningkatan infrastruktur pasar rakyat yang telah digencarkan pemerintah harus didukung oleh perubahan kebiasaan masyarakat. Sesuai dengan program Pemkot Denpasar tentang pengurangan sampah plastik harus ditaati bersama, sehingga pasar tradisional, yakni Pasar Badung ini dapat meminimalkan penggunaan plastik.

"Fasilitasnya sudah bagus tentu kebiasaan masyarakat utamanya pedagang dan pembeli harus dirubah secara bertahap, utamanya tentang kesadaran dan kepedulian lingkungan, salah satunya pengurangan penggunaan plastik ini," ucapnya.

Lebih lanjut Adi Wiguna mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan operasi kantong plastik, sosialisasi Perwali Nomor 36 Tahun 2018 dan pemberian tas belanja ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat untuk ikut peduli mengurangi sampah plastik dengan menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan.

Selain itu, penggunaan tas belanja yang dapat dipakai secara berulang-ulang tentu dapat membantu mengurangi penggunaan tas belanja sekali pakai.

"Seluruh pedagang pasar sebelumnya sudah kami sosialisasikan, dan sekarang sosialisasi dilaksanakan dengan menyasar pembeli sehingga ada perubahan perilaku dan program ini dapat terus dimaksimalkan," ucapnya.

Adi Wiguna menekankan bahwa kegiatan tersebut terus dilaksanakan hingga penerapan Perwali tentang Pengurangan Sampah Plastik ini dapat berjalan maksimal. Menurutnya, tidak hanya di Pasar Badung dan Kreneng, 35 pasar rakyat di Kota Denpasar akan terus dimaksimalkan.

"Tas belanja ramah lingkungan ini merupakan bantuan CSR dari pihak ketiga yang peduli terhadap lingkungan, besar harapan semua pihak dapat mendukung gerakan tersebut lantaran diketahui bersama bahwa plastik merupakan salah satu bahan yang sulit terurai," katanya.

Sementara itu, seoarang pembeli Nyoman Darmi (57) asal Banjar Tulangampiang mengatakan program ini sangat baik dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Saat ini sampah plastik sudah banyak dan dapat kita jumpai dimana-mana. " Program ini sangat bagus, dan kita harus bijak menggunakan plastik," ucapnya.

Hal sama disampaikan, Ni Nyoman Suprapti asal Kayumas, pihaknya mangaku sering mendengar sosialisasi tentang pengurangan sampah plastik. Dengan adanya pemberian tas belanja ini tentu diharapkan mampu mendidik masyarakat tentang pengurangan kantong plastik.

"Kita harus mengurangi plastik bersama-sama, dan dengan adanya tas belanja ini dapat memprmudah sekaligus menjadi solusi guna mengurangi penggunaan plastik," katanya. (kis)

Komentar