Menteri Basuki Hadimuldjono gelar sayembara desain ibu kota negara Pancasila

Menteri Basuki Hadimuldjono gelar sayembara desain ibu kota negara Pancasila

Redaksi9.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuldjono mengatakan rencana pembangunan Ibu Kota Negara Pancasila di Kalimantan, saat ini sedang melakukan sayembara secara nasional desain ibu kota tersebut.

"Kami sudah menyiapkan dewan juri sebanyak tujuh hingga sembilan orang dalam penilaian desain ibu kota negara di Kalimantan," kata Menteri PUPR Basuki di sela pembukaan Konferensi Internasional ASEAN Constructors Federation (ACF) ke-48 dan Konferensi Asosiasi Kontraktor Indonesia, di Nusa Dua, Bali, Jumat.

Menteri Basuki mengatakan para peserta sayembara yang diikuti dari kalangan arsitektur, planologi dan lainnya adalah sebagai kontribusi membangun ibu kota negara. Namun kreteria peserta tetap mengacu pada TOR yang telah dibuat pihak Kementerian PUPR.

"Dalam rancangan TOR tersebut sudah dijelaskan kreteria-kreteria rancangan ibu kota yang mengacu pada Ibu Kota Pancasila. Dalam mendesain itu rancangan sudah matang, karena kita pikirkan kota tersebut 50 tahun hingga 100 tahun ke depan," ujarnya.

Lebih lanjut Menteri Basuki mengatakan dalam sayembara secara nasional tersebut nantinya ada tiga pemenang dominasi. Dari tiga dominasi pemenang ini akan menjadi acuan dalam mendesain ibu kota negara itu. Dan selanjutnya juga disayembarakan secara internasional, dengan tujuan mendapatkan masukan secara dunia.

"Dalam kreteria sayembara ibu kota yang akan diikuti oleh peserta internasional, namun tetap acuannya pada ketiga pemenang secara nasional. Namun dalam sayembara ini diharapkan akan ada inovasi dan masukan yang lebih sempurna diterjemahkan dalam bentuk desain Ibu Kota Negara Republik Indonesia," ucapnya.

Menteri Basuki mengatakan bahwa pihaknya dalam empat tahun ke depan mengharapkan sudah ada progres terkait desain ibu kota tersebut. Sehingga mempercepat tindak lanjut apa yang sudah menjadi keputusan pemerintah itu.

Dikatakan dalam pembangunan ibu kota negara di Kalimantan yang dibiayai dari APBN di antaranya pembangunan infrastruktur jalan, bendungan, drainase dan lainnya. Sedangan dukungan dari pihak investor dan swasta, seperti pembangunan istana presiden atau negara, perkantoran, transportasi dan perumahan.

"Jadi dalam membangun ibu kota negara di Kalimantan adalah pembangunan yang dibangun bersama-sama, baik dari pendanaan APBN maupun dari swasta sebagai investasi di ibu kota itu," katanya. (kis)

 

 

Komentar