Edukasi Penyakit Babi ke Warga Bongkasa

Edukasi kepada peternak babi di Bongkasa








 

Redaksi9.com - Untuk mencegah penyebaran penyakit babi, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung terus gencar memberikan edukasi kepada masyarakat.

Mengingat belum ada obat ataupun vaksin yang direkomendasi, maka satu-satunya cara untuk mencegah dan memutus mata rantai penyakit ini adalah dengan bio scurity secara ketat.

Cara yang dilakukan menjaga kebersihan kandang, spraying dengan disinfektan, membatasi lalu lintas orang, barang, alat, maupun hewan ke dalam kandang untuk mencegah kontaminasi virus.

Hal itu disampaika Kadis Pertanian dan Pangan Badung I Wayan Wijana saat memberikan edukasi kepada masyarakat peternak babi Desa Bongkasa, Kamis (6/2).

"Kami juga meyakinkan kepada masyarakat bahwa penyakit ini tidak menular kepada manusia serta daging babi yang sehat setelah diolah dengan baik, aman untuk dikonsumsi," jelas Wijana.

Ia menambahkan, bagi peternak yang babinya mati, harus dilakukan langkah-langkah, dimana babi yang mati harus dikubur atau ditanam, dapat pula dibakar guna meminimalisir agar virus tidak menyebar. 

"Jangan sampai membuang bangkai babi ke saluran irigasi, sungai maupun ke tempat sampah. Guna meminimalisir meluasnya kasus kematian babi harus dilakukan tindakan dan partisipasi dari masyarakat," sarannya.

Terkait harapan masyarakat agar ada perhatian pasca wabah ini seperti bantuan bibit, obat dan asuransi babi, pihaknya akan merumuskan dan mengajukan program yang dimaksud serta berkoordinasi dengan Pemprov. Bali terkait asuransi.

"Sampai saat ini belum ada dasar hukum untuk melaksanakan asuransi babi. Selanjutnya, kami akan mengumpulkan tukang potong untuk diberikan pemahaman tentang penyebaran penyakit babi serta meminta dukungan untuk bersama-sama mencegah penyebaran virus ini," kata Wijana.

Perbekel Bongkasa I Ketut Luki, menyambut baik sosialisasi sekaligus edukasi dari Dinas Pertanian dan Pangan kepada peternak babi di Desa Bongkasa.

Melalui edukasi ini diharapkan masyarakat dapat memahami langkah-langkah yang harus dilakukan dalam penanganan penyakit babi.

Ia juga mengharapkan kepada Kelian Dinas melakukan sosialisasi kepada krama banjar terkait pencegahan virus babi ini. (ira).


TAGS :

Komentar