Putri Koster Beri Motivasi Petani di Babahan Penebel saat Panen Bawang Putih

Dari kiri Ny. Rai Sanjaya, Ny. Putri Koster, dan perbekel Suka

Redaksi9.com - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Tabanan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, Minggu (13/9) melakukan panen bawang putih di Desa Babahan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. 

Begitu tiba di Desa Babahan, Putri Koster dengan mengenakan capil (topi petani-red) bersama undangan lainnya langsung menuju areal panen bawang putih. Putri Koster langsung mencabut satu demi satu bawang putih lokal yang menjadi produk unggulan di Desa Babahan Penebel.

Perbekel Babahan, Made Suka, mengatakan merasa sangat terharu dengan kedatangan istri Gubernur Bali tersebut. Itu terlihat, ketika ia memberi sambutan, suaranya terbata-bata menahan haru akan semangat yang diberikan Putri Koster dengan turutserta turun langsung memanen bawang putih. 


Suka mengatakan,  bawang putih Babahan merupakan produk pertanian unggulan. Banyak warga yang menamatkan pendidikan putra-putrinya hingga jenjang sarjana dari bawang putih ini. “Selain dijual dalam bentuk bawang putih, produk pertanian ini juga sudah diolah menjadi makanan kesehatan berupa black garlic,” ujarnya.

 

 

Setiap are lahan (100 meter per segi-red) bisa menghasilkan hingga 120 kg bawang putih. Jika dirupiahkan, tiap are menghasilkan Rp 2,5 juta sekali panen setiap tiga bulan. Menurut Suka,  budi daya bawang putih ini sangat prospektif dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Suka mengatakan,  kendala yang dialami petani saat ini, selain belum ada kepastian harga, pasar juga belum pasti. “Ketika musim panen, terkadang tidak laku,” imbuhnya.

Putri Koster ini menilai, sektor pertanian memang perlu sentuhan baik dari hulu hingga ke hilir. Pada saat menanam, pemerintah perlu memberikan pendampingan mulai pembibitan.

“Dengan bibit yang baik, hasilnya tentu juga baik dan maksimal. Untuk pembibitan, permodalan bisa dibantu BPD Bali. Di tengah saat budi daya, petani perlu memperoleh pendampingan terkait pemupukan dan pembasmian hama. Dengan demikian, produk pertanian yang dihasilkan bisa lebih berkualitas dan bisa bersaing dengan produk sejenis,” kata seniman multtalenta ini. 

 

Khusus untuk pemasaran, Putri Koster pun memberikan trik atau upaya agar memanfaatkan lembaga yang ada di desa. “Jika dulu ada KUD, sekarang yang bisa dimanfaatkan yakni BUMDes,” ujarnya.

Menurutnya, BUMDes bisa menetapkan harga beli dan harga jual sehingga tidak ada persaingan harga serta mencegah petani jatuh ke sistem ijon. Selanjutnya, BUMDes bisa menjual produk pertanian ini kepada pihak lainnya.

“Dengan demikian harga yang didapat petani akan tetap stabil walau pada saat musim panen raya,” kata Putri Koster. Selain itu, ia  juga memberikan jalan pemasaran kepada petani di Desa Babahan. Agar  membawa hasil produksinya pada Pasar Gotong Royong yang digelar Pemprov Bali setiap Jumat. 

Dalam panen bawang putih yang juga diikuti para anggota DPRD Tabanan Fraksi PDI Perjuangan tersebut,  Putri Koster juga memotivasi semangat para petani.

“Tabanan harus tetap mempertahankan lumbung padinya Bali. Jangan sampai pertanian ditinggalkan. Melihat sejarah nenek moyang, mereka sudah swasembada dan berswadesi pangan. Kita harus menjaga taksu Bali ini. Coba ingat lagu Yopie Latul, “Kembalikan Baliku Padaku”. Seolah-olah Bali hilang. Sebenarnya ini maknanya, ayo orang Bali kembali ke jati dirinya. Jangan sampai taksunya hilang,” kata Putri Koster. 

Sementara, Rai Wahyuni Sanjaya menyambut baik kedatangan Putri Koster ikut memanen bawang putih ke Babahan.

“Kedatangan Ibu Putri semacam bentuk dukungan dan motivasi bagi petani,” katanya.  Ia juga mengatakan, Tabanan sudah memiliki sekeha manyi di Selemadeg Timur yang diberi nama Sekeha Manyi Rai Putri. Tujuannya, untuk saling menguatkan, saling berbagi dan menjaga pertanian Bali harus tetap dilestarikan.

Dalam kesempatan tersebut, Putri Koster juga menyerahkan 100 paket sembako, masker, dan bibit. (ira)

TAGS :

Komentar