Putri Koster Beri Semangat Pemilik Kuliner Khas Bali agar tetap Bangkit

Ny. Putri Koster bersama AA Raka Sueni

Redaksi9.com - Pandemic Covid-19 sangat memberi dampak keterpurukan kepada dunia pariwisata.  Termasuk, restoran yang biasa didatangi para turis mancanegara.  Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster berkesempatan mengunjungi resoran Bebek Bengil yang berlokasi di Ubud, Jumat (18/9).

Kedatangannya disambut pemilik restoran, AA Raka Sueni yang sekaligus mencurahkan kegundahan hatinya,tentang  kondisi restoran yang sepi saat pandemi Covid-19. 

“Kami memiliki kapasitas tempat  sampai 150 orang. Ada juga tempat untuk open stage. Hamparan sawah menjadi daya tarik tamu selama ini. Biasanya,  jalan kecil di antara sawah ini agak sesak karena banyaknya tamu, tidak seperti sekarang,” ujar AA Raka Sueni, saat menemani Putri Koster melihat-lihat areal restoran Bebek Bengil tersebut. 

Mendengar penuturan AA Raka Sueni, Putri Koster memberi semangat agar tetap optimis, bahwa ke depan, kondisi pariwisata Bali pasti akan pulih seperti sediakala, bahkan mungkin lebih "booming".

“Ini hanya ujian dari Tuhan, agar kita kembali menyadari, Bali harus kembali kepada jati dirinya,” kata Putri Koster.  Ia juga berharap, walaupun turis asing belum ada, tapi masih ada turis Nusantara  yang bisa  dibidik sebagai pasar. Termasuk juga, masyarakat lokal Bali. 

“Masyarakat Bali yang biasanya suka jalan-jalan ke luar negeri, nah waktunya, menikmati keindahan alam Pulau Bali. Banyak sekali tempat wisata yang bisa dieksplore, tidak kalah dengan di luar negeri. Begitu juga dengan makanan khas Bali.  Mungkin harganya lebih mahal sedikit, tapi tidak apa, berpikirlah, kita berbelanja sembari beryadnya. Ada karyawan yang bisa tetap bekerja karena restoran tersebut  tetap ada pembelinya. Kita akan mendapatkan pahala dengan berbagi. Mari kita lestarikan kuliner khas Bali,” kata Putri Koster. 

Restoran Bebek Bengil ( dirty duck dinner) yang terletak di  Jalan Hanoman Padang Tegal, Ubud, menjadi salah satu pusat  kuliner ternama di Bali.
Dibuka tahun 1990, nama unik Bebek bengil  justru menjadi daya tarik tersendiri khususnya bagi tamu yang datang. 

AA Raka Sueni menuturkan, suatu pagi di musim hujan, ketika restoran ini hampir selesai, sekawanan bebek dari sawah seberang jalan berlari dan masuk ke restoran dan menginjak lantai dan  meja. Bebek-bebek itu meninggalkan jejak kaki berlumpur di semua tempat.  Akhirnya, dengan kedatangan bebek-bebek tersebut, terinspirasi untuk nama restoran ini. 

Sebagai pionir kuliner daging bebek, restoran  Bebek Bengil  memiliki kekhasan yakni daging bebek yang digoreng krispi dan renyah dikombinasikan dengan tiga jenis sambal dan sayur urap.Menjadi kebanggaan bagi AA Raka Sueni,  selain di Ubud, saat ini Bebek  Bengil telah mengembangkan sayap ke Nusa Dua dengan  total jumlah karyawan 200 an. (ira) 

TAGS :

Komentar