Nikmati Keindahan Mangrove Nusa Lembongan

Keseruan wisata mangrove

Redaksi9.com - Hari ketiga atau hari terakhir, Jumat (9/10) peserta program We Love Bali yang digagas Kemenparekraf, Implementasi protokol CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, Environment Sustainability), melakukan kegiatan wisata air sebelum pulang.

 

Usai sarapan, tepat pukul 8.30 peserta berangkat untuk aktivitas snorkling di tiga spot yakni Cystal Bay, Toya Pakeh Wall, dan Manggrove Point.

 

 

Di Crystal Bay kita bisa melihat ikan Mola- Mola dan juga biota laut seperti terumbu karang yang masih sangat terjaga, ikan pari bintik biru, trumpet fish, jackfish, angel fish, sweet lips, tuna, moorish idols.  Crystal Bay dengan pemandangannya yang indah dan air yang jernih, Toyapakeh dengan karang yang berwarna-warni, sementara,  Mangrove Point memiliki keanekaragaman hewani dan hayati laut di dalam pohon mangrove. Sehingga spot ini sangat menarik untuk diselami. Kondisi perairan di Mangrove point ini sangat sejuk dan asri. Sehingga para ikan – ikan kecil senang hidup di perairan ini. Saat snorkeling anda akan menjumpai ikan-ikan kecil yang berwarna – warni.

 

 

Para peserta tampak antusias melakukan kegiatan ini karena mereka benar-benar takjub dengan keindahan bawah laut di Nusa Lembongan. Seperti yang diungkapkan, Suryani. Wirausaha asal Karangasem ini mengaku ini pertamakalinya melakukan kegiatan snorkling.

"Awalnya saya takut tapi karena sudah pakai pelampung, akhirnya memberikan diri juga. Tadi saya melihat terumbu karang yang indah dan ikan besar. Tapi saya tidak tahu namanya, seru sekali," ujarnya dengan sumringah.

Lain lagi cerita Wita yang awalnya takut tapi setelah pertama mencoba, malah berani terjun dari atas kapal. "Pokoknya keren sekali pemandangan di bawah laut," ujarnya. 

Bermacam -macam kisah menakjubkan yang dituturkan para peserta trip I, program 10 ini. Pada dasarnya, semua mengatakan terpesona akan keeksotikan bawah laut Nusa Lembongan.

 

Usai snokling peserta mengikuti tur menyusuri mangrove. Program Mangrove tour di pulau Nusa Lembongan Klungkung ini menjadi agenda wajib bagi yang ingin menikmati keindahan hutan bakau, menyusuri kanal-kanal dengan lebar sekitar 2 meter, masuk ke tengah hutan mangrove yang lebat, menikmati alam yang asri.

 

Perjalanan tour di kawasan hutan mangrove di Jungut Batu ini dengan perahu tradisional tanpa mesin, pengemudi perahu hanya memakai tongkat panjang atau sebilah bambu yang digunakan untuk mengendalikan perahu, menelusuri kanal yang tersedia secara alami di tempat tersebut, sehingga terasa istimewa dan akan menjadi pengalaman liburan menarik. Masuk ke tengah-tengah hutan menggunakan perahu kecil nuansanya tentu berbeda dan menjadi sebuah petualangan wisata menarik. Kita diajak melewati celah diantara pohon bakau yang sunyi. Kita dapat merasakan keheningan di tengah hutan bakau, selain itu kita juga dapat melihat kepiting yang bersembunyi di batang pohon mangrove.

 

 

Usai menikmati tur mangrove, peserta makan siang di satu restoran lokal. Saat masuk restoran yang letaknya di areal Mangrove ini, peserta diwajibkan melakukan protokol CHSE, mulai dari memakai masker, mencuci tangan, hand sanitizer, dan peserta diatur duduk di gazebo dengan menjaga jarak.

Pukul 14.30, 44 peserta yang ikut program We Love Bali, bersiap-siap pulang dengan boat berangkat dari Teluk Sangiang Jungut Batu Nusa Lembongan menuju Dermaga Pantai Sanur.

Baca juga: Pesona Raja Lima Nusa Penida Tak Kalah dengan Raja Empat

Baca juga: Jelajahi Eksotik Nusa Penida

Menurut Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara  Kegiatan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Rizki Handayani, tujuan diselenggarakan program We Love Bali ini sebagai salah satu  untuk menggerakkan roda ekonomi usaha pariwisata di Bali dan memulihkan pariwisata Bali, serta memperkenalkan destinasi dan atraksi wisata melalui Famtrip Wisatawan  Nusantara. 

Selain itu, Rizki juga menyebutkan, Kemenparekraf telah menyusun protocol CHSE di bidang  pariwisata dan ekonomi kreatif. Melalui kegiatan ini  dapat mengedukasi pelaku pariwisata, peserta, dan masyarakat bahwa Bali telah mengimplementasikan protocol CHSE ini.  Ia berharap, dengan program We Love Bali ini, wisatawan Nusantara mulai menggeliat datang ke  Bali.  (Wirati Astiti)

TAGS :

Komentar