GenBI Leadership Camp Latih Kepemimpinan Mahasiswa

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho saat junpa pers dengan awak media

Redaksi9.com - KPwBI Provinsi Bali melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) berupaya berperan aktif dalam peningkatan kualitas masa depan sumber daya manusia Indonesia melalui program pemberian beasiswa bagi mahasiswa. Hal itu disampaikan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Trisno Nugroho, saat pembukaan GenBI Leadership Camp 2020, di Pangkalan TNI AL, Denpasar, Kamis (19/11). 

Trisno mengatakan, saat ini pada tahun 2020, Bank Indonesia menyalurkan beasiswa kepada 225 orang mahasiswa/i jenjang sarjana (S1) reguler di dua PTN mitra kerjasama yaitu Universitas Udayana dan Universitas Pendidikan Ganesha serta dua PTS yaitu Universitas Pendidikan Nasional dan Universitas Warmadewa.


“Pada tahun ini juga, kami melakukan perluasan penyaluran beasiswa pendidikan vokasi di SMK Dwijendra,” imbuhnya. 

Kepada para mahasiswa penerima beasiswa Bank Indonesia, ia berpesan,  kalian adalah pemilik masa depan. Kalian merupakan contoh dari generasi muda yang cerdas, berprestasi dan memiliki potensi untuk menjadi pemimpin di masa mendatang. Dana beasiswa yang kalian dapatkan haruslah dimanfaatkan secara baik, benar dan bertanggung jawab.

“Program beasiswa ini saya  harapkan dapat semakin memacu semangat kalian untuk terus berinovasi dan menunjukkan kualitas terbaik dalam diri sehingga dapat menjadi lulusan dan kader terbaik yang dapat membangun potensi daerah,” kata Trisno. 

Ia menambahkan, Bank Indonesia juga telah menyiapkan komunitas untuk berkarya, mengabdi dan berkontribusi untuk negeri. 

“Kalian bisa mengasah berbagai macam kecerdasan, mengoptimalkan berbagai bakat dan potensi kepemimpinan. Salah satu wadah pembinaan itu adalah yang kalian ikuti saat ini, yaitu GenBI Leadership Camp. Jadikan kegiatan ini sebagai “Sekolah Kepemimpinan” bagi kalian untuk belajar menjadi seorang pemimpin, setidaknya bagi diri sendiri,” ujar Trisno. 

GenBI Leadership Camp 2020 ini dilaksanakan dengan cara yang berbeda dari biasanya.” Kali ini kami bersinergi dengan Pangkalan TNI Angkatan Laut Denpasar untuk pelaksanaan kegiatan,” kata Trisno. 

Mengingat masih masa pandemi, kegiatan ini dibagi dalam lima batch di mana masing-masing batch terdiri dari 45 peserta. Dari 225 peserta, 20 orang tidak bisa mengikuti kegiatan karena sedang di luar kota, sakit, dan mengikuti ujian proposal.

Kegiatan juga dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Sebelum memulai kegiatan, seluruh peserta menjalani rapid tes. Bagi yang hasil rapid tesnya reaktif, tidak diperkenankan mengikuti kegiatan.  (ira) 

TAGS :

Komentar